Senin, 27 April 2009

TUBAN DITINJAU DARI SEGI GEOGRAFI, TOPOGRAFI, DAN GEOLOGI

Setelah banyak mengupas tentang pendidikan, wisata, dan pernak-pernik lainnya, saatnya saya membahas kota Tuban ini jika ditinjau dari segi ilmu buminya. Mulai dari segi geografi, topografi, geologi,serta iklim yang dapat mempengaruhi kegiatan di Kota Tuban.
Dimulai dari segi geografisnya tuban terletak pada 111°30’ - 112°35’ BT 6°40’ - 7°18’ LS dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara : Laut Jawa
b. Sebelah Timur : Kabupaten Lamongan
c. Sebelah Selatan : Kabupaten Bojonegoro
d. Sebelah Barat : Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora ( Jateng )

Kemudian dari segi topografi, yang memiliki:
a. Luas Daratan : 183.994.562 Ha ( 3,8% dari luas Wilayah Profinsi Jawa Timur )
b. Panjang pantai 65 Km membentang dari arah timur Kecamatan Palang sampai arah barat Kecamatan Bancar.
c. Luas Lautan : 22.608,00 Km persegi.

Dari segi geologi, keadaan tanah di Kabupaten Tuban terdiri dari :
a. Mediteran merah kuning, berasal dari endapan batu kapur di daerah bukit sampai gunung ( 38% ) dari luas wilayah, terdapat dikecamatan Semanding, Montong , Kerek, Palang, Jenu, sebagian Tambakboyo, Widang, plumpang dan Merakurak
b. Alluvial, berasal dari endapan didaerah daratan dan cekungan ( 34% dari luas wilayah, terdapat di Kecamatan Tambakboyo, Bancar, Tuban, Palang, Rengel, Soko, Parengan, singgahan, Senori dan Bangilan.
c. Grumusol, Berasal dari endapan batuan di daerah yang bergelombang ( 5% dari luas wilayah ) terdapat dikecamatan Bancar, jatirogo, dan Senori.
Dari segi Iklim.
a. Ada dua musim, yaitu: musim penghujan dan musim kemarau
b. Curah hujan rata-rata 3.376 mili meter per tahun.
c. Jumlah hari hujan rata-rata 175 per tahun

Demikianlah kota Tuban kita jika ditinjau dari ilmu Buminya. . . . dan dapat kita lihat juga bahwa Tuban selain memilki laut dan pantai juga memilki pegunungan kapur. Hal ini yang menyebabkan Kota Tuban memilki Sumber daya alam yang cukup baik, dan semestinya hal ini harus ditunjang dengan pengelolaan yang baik pula.

Baca Selengkapnya..

NAMA-NAMA BUPATI TUBAN

Mengetahui sejarah Tuban belum lengkap tanpa mengetahui nama-nama bupati yang pernah memimpin Kabupaten Tuban tercinta ini.
Periode kepemimpinan di Kabupaten Tuban dapat dikelompokkan menjadi dua periode yaitu sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.sebelum kemerdekaan tercatat, bahwa Kabupaten Tuban telah dipimpin oleh 39 bupati dan setelah kemerdekaan telah dipimpin oleh 13 Bupati. Dari 52 bupati yang pernah memimpin Kabupaten Tuban tercatat dipimpin oleh Bupati Wanita 2 kali yaitu Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M. Si.
Berikut nama-nama Bupati Tuban beserta periode kepemimpinannya:
Nama Bupati sebelum kemerdekaaan Republik Indonesia ( 1945 )
1. RA. DANDANG WATJONO ( 1264-1282 )
2. RH RONGGOLAWE ( 1282-1291 )
3. RH SIROLAWE ( 1291-1306 )
4. RA SIROWENANG ( 1306-1326 )
5. RH LENO ( 1326-1349 )
6. RH DIKORO ( 1349-1401 )
7. RA TEJO ( 1401-1419 )
8. RH WILWOTIKTO ( 1419-1460 )
9. KH NGRASEH ( 1460-1507 )
10. KA GELILANG ( 1507-1553 )
11. KA BATUBANG ( 1553-1573 )
12. RH BALEWOT ( 1573-1628 )
13. P. SEKARTANJUNG ( 1628-1661 )
14. P. NGANGSAR ( 1661-1668 )
15. P.H. PERMALAT ( 1669-1686 )
16. P. SALAMPE ( 1686-1707)
17. P.H. DALAM ( 1700-1707 )
18. P. POJOK ( 1707-1723 )
19. P. ANOM ( 1723-1730 )
20. P. SOEDJONO POETRO ( 1730-1737 )
21. RA. BALABAR ( 1737-1748 )
22. P. SOEDJONO POETRO ( 1748-1755
23. RA. JOEDONGORO ( 1755-1766 )
24. RA. SURYO DININGRAT ( 1766-1773 )
25. RA. DIPOSENO ( 1773-1779 )
26. KT. TJOKRONEGORO ( 1779-1792 )
27. KT. POERWONEGORO ( 1792-1799 )
28. K. LIEDER SOERODINEGORO ( 1799-1802 )
29. R. SOEROADIWIDJOJO ( 1802-1814 )
30. P.TJITROSUMO VI ( 1814-1821 )
31. P.TJITROSUMO VII ( 1821-1841 )
32. P.TJITROSUMO VIII ( 1841- 1861 )
33. P.TJITROSUMO XI ( 1861-1883 )
34. RM SOEMOBROTO ( 1883-1893 )
35. RA. KOESOEMADIGDO ( 1893-1909 )
36. RA. PRINGGOWINOTO ( 1909-1919 )
37. RA. PRINGGODIGDO ( 1919-1927 )
38. R.M.A.A. KOESUMOBROTO ( 1927-1944 )
39. RT. SOEDIRMAN H ( 1944-1946)

Nama Bupati setelah kemerdekaan Republik Indonesia ( 1945 )
1. KH. MOETA’IN (1946-1956)
2. R. SOENDAROE (1956-1958)
3. R.ISTOMO (1958-1959)
4. R. SANDJOJO (1959-1960)
5. M. WIDAGDO (1960-1968)
6. R. SOEPARMO (1968-1970)
7. R.H. IRCHAMNI (1970-1975)
8. MOCH. MASDUKI (1975-1980)
9. SOERATI MOESRAM (1980-1985)
10. Drs. DJOEWAHIRI MARTO PRAWIRO (1985-1991)
11. Drs. SJOEKOR SOETOMO (1991-1995)
12. H. HINDARTO (1996-2001)
13. Dra. H. HAENY RELAWATI RINI WIDYASTUTI, M.Si (2001-2006)
14. Dra. H. HAENY RELAWATI RINI WIDYASTUTI, M.Si (2006-SEKARANG)

Itulah nama-nama bupati yang pernah memimpin kabupaten Tuban. Semoga bermanaat dan dapat menambah pengetahuan kita.

Baca Selengkapnya..

OLEH-OLEH KHAS TUBAN

Tuban kota kecil yang terletak di jalur pantai utara ini memiliki keunggulan di sumber daya lautnya. Oleh karena itu jika anda berkunjung ke Kabupaten Tuban belum lengkap tanpa membawa buah tangan untuk handai taulan. Berbagai pilihan buah tangan khas tuban dapat dengan mudah didapat. Oleh-oleh khas tuban tiak jauh dari hasil lautnya. Seperti beberapa contoh berikut ini:
trasi
1. Terasi. . . . mungkin jenis oleh-oleh ini bisa kita dapat dimanapun tanpa harus berkunjung ke kabupaten Tuban. Tetapi anda salah, terasi yang dibuat oleh perusahaan di tuban memiliki kualitas terasi yang terbaik hal itu dapat dibuktikan dengan mencicipinya, tentunya dalam bentuk makanan yang sudah matang.

2. Kecap Laron. . . . bagi anda penggemar Kecap sejati, pasti tidak asing dengan nama kecap laron. Kecap ini sudah terkenal sebagai kecal asli Tuban yang memilki kelezatan istimewa. Dibuat menggunakan kedelai pilihan dan gula aren istimewa menjadikan rasanya benar-benar lain dari kecap yang banyak tersedia dipasaran.

siwalan
3. Buah Siwalan. . . . buah dengan tekstur kenyal dan tinggi serat, dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan es. Mengkonsumsi buah ini si siang hari memberikan sensasi sejuk dan melegakan. Buah siwalan banyak terdapat dikabupaten tuban karena memang tumbuhan siwalan banyak tumbuh disini.

krupuk udang
4. Krupuk Ikan. . . . .berbagai jenis krupuk ikan dapat kita jumpai disini. Ada krupuk ikan tengiri. Krupuk udang dll. Tentunya dengan kerenyahan dan rasa lautnya yang tidak ketinggalan.

Photobucket
5. Gerih atau ikan asin. . . . Tuban sangat terkenal dengan hasil tangkapan lautnya. Mulai dari berbagai jenis ikan, eby, rebon, cumi. Semua jenis ikan tersebut selain dijual dalam bentuk segar juga dijual dalam bentuk ikan yang telah dikeringkan. Oleh-oleh jenis ini juga cocok untuk anda yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari laut.

legen
6. Minuman Legen. . . . minuman yang segar ini juga dapat digunakan sebagai oleh-oleh tetapi hati-hati dalam pengemasannya. Selain itu minuman legen yang asli jg cepat berubah rasa untuk itu untuk anda yang akan menempuh perjalanan lebih dari 1 ghari sebaiknya memilih jenis oleh-oleh yang lain.
Itulah beberapa oleh-oleh yang bisa anda dapatkan jika berkunjung dikabupaten tuban.
Enjoy ur visiting. . . .

Baca Selengkapnya..

Problematika Pendidikan di Kabupaten Tuban


Setiap upaya penyelengaraan pendidikan dimanapun tempatnya diseluruh Indonesia pasti memilki kendala entah sedikit ataupun banyak, hal ini tidak terlepas dari bagaimana pengelolaan kegiatan pendidikan didaerah terkait.
Di kabupaten Tuban sendiri penyelenggaraan pendidikan bukannya mulus tanpa masalah. . . .masalah pendidikan dikabupaten tuban cenderung mengikuti pula dari pusat. Artinya efek domino juga terjadi disini. Jika dari pusat ada masalah Tuban sebagai kota Kecil akan mengalami hal yang sama.

Contohnya adalah penurunan anggaran pendidikan yang ditargetkan oleh pemerintah dari target tahun 2010 sebesar Rp 195,636 triliun atau berkurang Rp 11,77 triliun dari tahun 2009 yang memiliki anggaran pendidikan Rp 207,413 triliun. Dengan berkurangnya anggaran pendidikan yang di alokasikan oleh pemerintah hal itu dapat berpengaruh terhadap berlangsungnya proses belajar ynag ada di Kabupaten tuban, walaupun pemerintah meyakinkan bahwa pengurangan tersebut tidak akan berpengaruh. . .masyarakat tetap tidak dapat yakin sepenuhnya.
Masalah yang kedua dan merupakan masalah klasik adalah masalah tingkat ketidaklulusan Sekolah Menegah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas yang mengalami peningkatan tiap tahunnya. . . hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menaikkan standart kelulusan siswa-siswi SMP dan SMA. Standart kelulusan yang dianggap terlalu tinggi menimbulkan kecemasan yang berlebihan dikalangan pelajar sehingga pelajar cenderung berkonsentrasi pada angka-angka standart tersebut dan sedikit mengabaikan priritas utamanya dalam menghadapi ujian akhir nasional.

Maslah selanjutnya adalah masalah yang berhubungan dengan penyelewengan dana baik dikalangan pemerintah pusat, daerah ataupun dimasing-masing sekolah. Yang lagi hangat adalah penyelewengan dana salah satu SMP ternama di kota Tuban, dana yang diselewengkan berupa dana koite sekolah.waduh. . . .bisa bikin gwat ya, kalau soal seperti ini langsung mengancam proses kegiatan belajar disekolah yang bersangkutan.
Kemudian ada lagi masalah penyelewengan yang kedua tapi yang diselewengkan adalah dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ). Jika dana yang digunakan untuk biaya operasional dapat kita artikan bahwa dana itu pasti cukup besar. Dan jika dana yang besar itu hilang sudah dapat dipastikan kegiatan operasional suatu sekolah akan mengalami gangguan yang cukup berarti.

Serentetan masalah diatas adalah beberapa contoh kasus yang akan kita temui, tetapi dilapangan kita akan menemukan banyak masalah seputar pendidikan baik yang bersifat teknis maupun structural.

Ya. . .apapun masalahnya. Belajar tetap nomor 1.

Baca Selengkapnya..

Minggu, 26 April 2009

Pendidikan sebagai Suatu Tuntutan


Dunia masuk dalam era yang dinamakan globalisasi. Dimana tidak ada lagi batasan tempat dan waktu, tiap orang di belahan bumi ini dapat melakukan apa yang dia kehendaki tanpa ada lagi batasan. Era globalisasi ini memeliki keuntunguan dan kekurangannya. Keuntungannya adalah manusia tiada lagi memilki batasan dan dapat berkembang sebesar-besarnya tanpa bayang-bayang dari orang lain, sedangkan kekurangannya masa ini menuntut seseorang memiliki kemampuan lebih dibidangnya dan diharuskan memiliki nilai plus dari orang lain dan menjadikkannya mampu survive dalam era globalisasi. Untuk itu diperlukan latar belakang pendidikan yang memadai.

Sekarang pendidikan merupakan suatu tuntutan, sebuah tuntutan untuk perubahan masa depan yang lebih baik. Karena manusia tidak mungkin hidup statis diperlukan inovasi yang terus-menerus dalam melalui hari-harinya.
Sebagaimana artikel-artikel saya sebelumnya. Saya lebih menekankan pendidikan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan program karena tanpa campur tangan pendidikan maka hasil dari suatu usaha tidaklah akan sebaik yang diimbangi dan disertai dengan status pendidikan yang jelasPendidikan bukan hanya masuk dalam kebutuhan sekunder maupu tersier. Pendidikan saat ini sudah masuk dalam kebutuhan primer yang wajib dilalalui oleh setiap lapisan masyaraket, dan tetntunya pemerintah juga selayaknya memberikan dukungan sebesar-besarnya melalui fasilitas pendidikan unruk membantu mencerdaskan bangsa.

Paradigma atau pola pandang pendidikan sebagai tuntutan haruslah mulai kita kembangkan dalam alam bawah sadar kita. Mengapa hal itu harus. . . . karena sekali lagi perubahan menuntut seseorang dengan pendidikan yang bermutu.
Fenomena yang terjadi adalah karena masih banyaknya orang-orang yang menganggap pendidikan sebagai hal yang tidak harus dilakukan dan akhirnya menyesal belakangan karena mereka baru menyadari bahwa pendidikan mampu membawa perubahan dalam ehidupan mulai dari status social, tingkat intelektual maupun gaya jidup.

Jika kita berkaca atau melihat film lascar pelangi, kita akan dibawa pada suatu masa dimana keterbatasan akses pendidikan yang sanagt sulit. Tetapu dengan tekad kuat dan kemauan sekeras baja...... seorang anak mampu merubah dunia.
Hal tersebut diatas hendaknya dapat kita gunakan sebagai pemacu keinginan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Karena pendidikan adalah suatu tuntutan.

Majulah Pendidikan di KotaKu tercinta. . . .

Baca Selengkapnya..

“ Tuban ” Sebuah Kota Kecil dengan Prestasi Besar


Jika kita bicara tentang pelajar dan proses belajarnya memang tidak pernah akan nada habisnya. Suatu symbiosis yang siklik dan kontinyu merupakan proses yang harus dijalani oleh tiap pelajar. Seperti semua pelajar diseluruh belahan dunia, Tuban juga memiliki pelajar-pelajar yang tentunya tangguh dan hebat.Dilihat dari Kualitas Pendidikan di Tuban tergolong sangat baik. Terbukti dengan adanya 3 sekolah yang bertaraf internasional, antara lain, SMP Negeri 1 Tuban, SMA Negeri 1 Tuban, dan SMK Negeri 1 Tuban, serta puluhan SMP dan SMA yang bertaraf Nasional. Menurut rencana, ada 1 SD yang akan bertaraf internasional, yakni SD Negeri 1 Kebonsari dan 3 SMP, yakni SMP Negeri 3 Tuban, SMP Negeri 5 Tuban, dan SMP Negeri 1 Rengel. Berbagai event lomba di juarai oleh pelajar Tuban. Banyak diantaranya adalah sekolah yang berkecimpung dalam dunia Karya Ilmiah Remaja, diantaranya adalah MTsN Tuban, SMP Negeri 1 Tuban, SMP Negeri 3 Tuban, SMP Negeri 4 Tuban, SMP Negeri 6 Tuban, SMP Negeri 7 Tuban, SMP Negeri 1 Rengel, SMP Negeri 1 Jenu, SMP Negeri 1 Jatirogo, SMP Negeri 1 Singgahan, SMA Negeri 1 Tuban, SMA Negeri 2 Tuban, dll.
Selain Universitas Sunan Bonang ada institut pendidikan tinggi baru, yaitu Universitas Ronggolawe, yang pada awalnya dikenal sebagai IKIP PGRI TUBAN di Jalan Manunggal. Jurusan bahasa Inggris dari institut ini telah kerjasama dengan sebuah organisasi sukarela Inggris yang bernama Voluntary Service Overseas sejak tahun 1989. Setelah tiga sukarelawan, organisasi lain, yaitu Volunteers in Asia yang berasal dari Amerika Serikat meneruskan tradisi ini dengan mengekspos mahasisiwa serta dosen yang kurang sempat berlatih bahasa sehari-hari.
hal ini sangat berpengaruh dengan kualitas para pelajar dikabupaten Tuban. Dan setiap tahunnya banyak pelajar yang berhasil mengharumkan nama daerah Tuban baik diwilayah profinsi maupun nasional.
Dimulai dari salah satu sekolah dasar. Pemerintah Tuban memiliki pilot projet untuk sekolah dasar. Sekolah itu adalah SDN Kebonsari I, di SD ini terdapat kelas regular dan unggulan. SD merupakan SD yang memilki prestasi yang besar karena para siswanya merupakan siswa yang kompeten sebagai contoh adalah perolehan nilai kelulusan yang sangat tinggi, bahkan termasuk tertinggi di provinsi Jawa Timur.
Setelah dari selolah dasar kita beralih ketingkat SMP. Pilot project untuk tingkat SMP adalah SMP Negeri I Tuban. Di SMP tersebut juga terdapat kelas regular dan unggulan. Prestasi SMP tersbut didapat juga karena nomor satu dari ribuan sekolah standart nasional. Nilai rata-rata ujian nasional terbaik di Indonesia. Sebanyak 199 dari total 232 anak berhasil mendapatkan nilai 10. SMPN I Tuban adalah peringkat pertama penilaian kinerja Sekolah Standart Nasional ( SSN ) se-Indonesia.
Di tingkat sekolah menengah atas. SMA I Tuban menjadi sekolah pilot project. Disini juga nilai rata-rata ujian nasional juga merupakan perolehan nilai yang tinggi untuk kawasan Jawa Timur.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa tuban merupakan kota kecil dengan prestasi besar.
Teruslah Berjaya pelajar Tuban...

Baca Selengkapnya..

Hubungan antara Fenomena ” Kongkow “ Anak Muda Tuban dengan Kegiatan Belajarnya.


Kota Tuban identik dengan warung kopinya. Bahkan warung kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Tuban, khususnya para anak mudanya.Disini atau diwarung kopi tersebut banyak pelajar menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang baru ataupun sekedar untuk melihat pemandangan sekitar warung kopi yang umumnya terletak dipinggir jalan.

Dapat dipastikan jam-jam pulang sekolah ataupun sore hari merupakan waktu yang sempurna untuk melakukan aktivitas “ kongkow : tersebut. Hal ini dapat menjadikan berkurangnya intensitas pelajar untuk melaksanakan kegiatan bermutu yang lainnya. Karena sekali waktu yang di butuhkan untuk nongkrong ditempat tersebut lebih dari satu atau dua jam . . . . . benar-benar menghabiskan waktu.
Kita analogkan, jika setiap hari para pelajar melakukan aktifitas tersebut. Dapat dipastikan mereka dapat menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.

Walaupun menurut beberapa remaja yang saya temui ketika nongkrong mengatakan bahwa kegiatan “ ngopi ”atau “ kongkow “ tersebut memiliki keuntungan tersendiri seperti dapat menambah teman, atau sekedar untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Pada sore hari dimana saat banyak digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler dan les tambahan belajar. Oleh karena itu jika ada remaja yang menggunakan waktunya di sore hari untuk meninggalkan kegiatan tersebut dan memilih menghabiskan waktunya dengan nongkrong diwarung kopi sungguh sangat disayangkan.

Padahal proses belajar memerlukan waktu dan dedikasi yang besar untuk menimbulkan kesinambungan dalam kegiatan tersebut, karene sebagaimana yang kita ketahui belajar merupakan saat yang paling membosankan versi remaja, dan remaja cenderung untuk menunda-nunda kegiatan tersebut dengan berbagai alasan.
Proses accepted sepenuhnya akan sulit terjadi jika dalam proses belajar tersebut remaja memiliki kegiatan sampingan lain yang mereka anggap lebih menarik. Tidak dipungkiri saya sebagai remaja juga termasuk orang yang pernah berada dalam situsi ini. Tetapi dengan pengertian dari kedua orang tua dan keinginan yang kuat untuk belajar akhirnya saya dapat memperoleh kembali kenormalan saya dalam kegiatan proses belajar.

Jadi saya menarik sebuah hipotesa, yaitu kesimpulan sederhana bahwa kegiatan “ kongkow “ anak-anak Tuban di warung-warung kopi secara langsung ataupun tidak, juga berpengaruh pada proses belajar yang mereka jalani. Namun belum terlambat untuk menyadari sebuah kekeliruan. . . . bagi remaja yang sudah terlanjur menjalani aktifitas “ kongkow “ tersebut sebagai satu kewajiban dapat segera merubah paradigm bahwa kegiatan utama seorang pelajar adalah belajar.

Baca Selengkapnya..
This Blog Supported By: Photobucket
welcome to the tuban-jatim.blogspot.com.....this blog contain many information about tuban...enjoy your visiting....(for more great result please use mozzila firefox browser)
Template by : koko (koko-fuxer.blogspot.com)